Rabu, 25 Mei 2011

Teknik Penanganan Layanan BK

       Bimbingan dan Konseling (BK) bukan hanya sekedar memberikan nasihat, tetapi lebih kepada pendekatan-pendekatan terapi. Untuk menghilangkan persepsi yang salah tentang Guru BK, saya ingin berbagi kepada teman-teman seperjuangan di bidang BK untuk mengetahui dan menerapkan pendekatan-pendekatan terapi. Adapun pendekatan/terapi untuk membantu mengatasi masalah peserta didik adalah :
  1. Psikoanalisis, oleh Sigmund Freud. Tujuan terapi ini adalah "Rekonstruksi Kepribadian" artinya membangun kembali kepribadian dari  yang tidak disadari menjadi disadari dan menyeimbangkan antara Id (dorongan naluri), Ego (dorongan sosial), Super Ego (dorongan moral). Siswa cenderung mengalami masalah jika berada dalam ketaksadaran dan didominasi salah satu struktur kepribadian(Id,Ego,Super ego). Menurut terapi psikoanalisis, fungsi dan peran guru BK adalah :
    1. Membantu siswa dalam mencapai kesadaran diri seperti kejujuran, menangani kecemasan serta mengendalikan tingkah laku rasional
    2. Membangun hubungan baik dengan siswa, kemudian mendengarkan dengan serius dan membuat penafsiran
    3. Memberikan perhatian khusus pada penolakan-penolakan klien.
    4. Mengartikan dan menafsirkan mimpi-mimpi dan asosiasi bebas yang dilaporkan siswa.
      Teknik-teknik Konseling yang digunakan pada terapi psikoanalisis adalah :
      • Asosiasi bebas, adalah pemanggilan kembali pengalaman-pengalaman masa lalu dan pelepasan emosi-emosi traumatik (KATARSIS). Prosesnya: siswa di minta berbaring di tempat tidur dan bersikap serileks-rileksnya , kemudian secara bebas menceritakan pengalaman, perasaan, ingatan, fantasi dimasa lalu yang menyakitkan.
      • Penafsiran, adalah kegiatan menganalisis asosiasi bebas, mimpi-mimpi, transferensi dan resistensi. Penafisran harus di sajikan pada saat gejala yang hendak ditafsirkan dekat dengan kesadaran klien. Penafsiran yang baik adalah harus mampu menunjukkan pertahanan siswa sebelum penafsiran atas emosi atau konflik yanga da di baliknya.
  2. Konseling Psikologi Individual, oleh Alfred Adler. Memandang manusia sebagai makhluk "sosioteleologis" artinya bahwa perilaku dan kepribadian manusia didorong oleh kekuatan sosial.Melihat siswa sebagai holisme(keseluruhan), baik dari kreativitas dan pilihannya, fenomenologis(berfikir subyektif), teleologis(ditarik untuk tujuan akan datang), Minat sosial (memiliki empati), rasa rendah diri dan rasa diri lebih,gaya hidupnya serta kekacauan pikiran. Penyebab masalah klien adalah faktor-faktor antarpribadi bukan intrapribadi. Konseling diarahkan kepada pemahaman tentang situasi sosial klien dan sikapnya terhadap situasi tersebut. Teknik yang digunakann dalam terapi ini adalah Parafrase, probing, konfrontasi, dan hipotesis sementara.
  3. Eksensial Humanistik. Tokoh utamanya Rollow May, Abraham Maslow, Fictor Frankl. Konsep utamanya kesadaran diri, kebebasan dan tanggung jawab, penciptaan makna, dan perjuangan untuk mengaktualisasi diri. Tujuan konseling: menciptakan kondisi yang dapat memaksimalkan kesadaran diri siswa akan keberadan dirinya(kemampuan dan potensinya) agar mampu bertindak secara otentik sesuai dengan kemampuannya.Teknik terapi :
    1. Kesadaran diri. Guru BK menekankan setiap manusia memiliki kemampuan untuk menyadari diri dan menjadikan dirinya mampu melampaui situasi sekarang dan membentuk kekuatan untuk mengembangkan berfikir dan memilih tindakan yang positif. 
    2. Kebebasan dan tanggungjawab, Guru BK menekankan setiap manusia adalah makhluk yang mampu mennetukan diri dan memiliki kebebasan untuk memilih alternatif hidupnya.
    3. Keterpusatan dan kebutuhan akan orang lain. Guru Bk menekankan setiap manusia memiliki kebutuhan untuk memelihara keunikan dan keterpusatan dirinya. Kegagalan dalam berhubungan dengan orang lain dan alam akan menyebabkan kesepian,alienasi, depersonalisasi dan keterasingan.
    4. Pencarian makna, Guru Bk menekankan setiap manusia pada dasarnya selalu berada dalam pencarian makna hidup dan identitas diri.
    5. Kecemasan sebagai syarat hidup, Guru BK menekankan bahwa kecemasan dalam batas  normal tidak perlu ditakutkan karena dapat menjadi tenaga motivasional yang kuat untuk pertumbuhan dan perkambangan manusia.
    6. Kesadaran atas kematian, Guru BK menekankan Bahwa kesadaran akan kematian adalah kondisi manusia yang mendasar yang dengan menyadari akan adanya kematian justru akan memberi makna hidup.
Terdapat berbagai macam jenis Theraphy yang dapat digunakan guru pembimbing untuk membantu menghadapi masalah siswa,mengingat saya baru belajar, mohon masukan, kritik dan saran yang membangun.